Permadi Yakin Mega Ambil Alih Istana Gebang Bung Karno

KOMPAS. Selasa, 29 April 2008 | 21:14 WIB

JAKARTA, SELASA – Politisi PDI Perjuangan  yang juga dikenal dengan julukan ‘penyambung lidah Bung Karno’, Permadi,  memastikan, putri sulung Bung Karno yang tak lain Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri akan mengambil alih Dalem Gebang, tempat Bung Karno dilahirkan di Blitar, Jawa Timur. Hal ini, akan dilakukan bila pemerintah tak juga peduli untuk menjaga salah satu tempat bersejarah milik bangsa.

“Akan menimbulkan aib, kalau sampai dijual. Kalau sudah kritis, pada akhirnya beliau (Megawati-Red) akan turun tangan. Memang, saya belum tahu persisnya kapan,tapi kalau sampai tidak ada yang mengambil alih, ibu Megawati yang akan turun tangan,” kata Permadi kepada Persda Network, Selasa (29/4).

Sebelumnya, Aryo Subaskoro, salah seorang cucu Wardoyo kakak Bung Karno, berniat menjual aset berharga ini dengan menawarkan kepada pihak investor senilai Rp 50 miliar yang kemudian menimbulkan polemik. Walikota Blitar Djarot Saiful Hidayat menyatakan, Pemkot Blitar berminat membelinya, namun dengan harga yang wajar sebagaimana diatur dalam SK Walikota Blitar 24/2001 tentang Penetapan Lokasi Benda Cagar Budaya. Saat ini, harga tanah di Kota Blitar adalah Rp 10 juta per Ru atau per 14 meter persegi, sehingga nilai tanah Istana Gebang itu sekitar Rp 7,2 miliar.

Permadi mengaku, tak punya uang sehingga tak berniat untuk menyelamatkan salah satu situs milik Bung Karno itu.  Meski begitu, terlepas dari niatan Megawati yang akan mengambil alih Dalem Gebang milik Bung Karno itu, beberapa sesepuh PDI juga sudah melakukan urunan untuk menyelamatkan Dalem Gebang itu.

“Urunannya ada yang Rp 1.000 ada yang Rp 10.000 untuk menyelamatkan. Para tokoh PDI lama yang melakukan urunan ini ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Cuma, saya bilang jangan dulu, tahan. Lalu, kalau sudah urunan dan bisa dibeli nanti akan saling menyatakan paling berhak. Bisa repot malah nantinya,” aku Permadi.

Ia kemudian memberikan alasan, yang paling berhak menyelamatkan salah satu peninggalan bersejarah termasuk Dalem Gebang yang diwariskan kepada kakak Bung Karno, Wardoyo ini adalah pemerintah. Pemerintah, kata Permadi adalah yang paling wajib menyelamatkan Dalem Gebang itu, bukan siapa-siapa.

“Pemerintah punya kewajiban. Kalau tidak sampai menyelamatkan, nanti pemerintah akan malu sendiri. Jadi lebih baik diserahkan saja kepada negara, itu jauh lebih baik dari pada diambil alih oleh pihak lain,” pinta Permadi.

“Lain soal kalau pemerintah tidak mau juga. Saya yakin ibu Megawati yang akan turun tangan,” aku Permadi.

Permadi juga mengaku, tiga bulan lalu melihat secara langsung kondisi Dalem Gebang yang terletak di Jalan Sultan Agung, Blitar Jawa Timur ini, dalam kondisi yang tak terurus.  Dijelaskan, sudah hampir belasan tahun Dalem Gebang sudah tak lagi terurus oleh ahli warisnya.

“Tidak ada yang harus disalahkan. Yang punya adalah keluarganya Bung Karno, ibu Wardoyo kakaknya Bung Karno. Kita sayangkan kalau tersiar kabar mau dijual. Tapi, bagaimana lagi ahli warisnya sudah tidak punya uang,” sesal Permadi seraya berharap kembali pemerintah pusat untuk segera mengambil alih. (Persda Network/yat)

Satu Tanggapan ke “Permadi Yakin Mega Ambil Alih Istana Gebang Bung Karno”

  1. seharusnya istana gebang harus dilestarikan, selain itu seharusnya istana gebang boleh dikunjungi bagi siapapun / dijadikan tmpt pariwisata. dengan begitu istana gebang tidak akan terlupakan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan