Tukang Becak pun Menolak
| Daerah | Jawa Timur |
| Tukang Becak pun Menolak
SEPUTAR INDONESIA |
|||
| Rabu, 23/04/2008 | |||
|
SEMENTARA itu, rencana penjualan Istana Gebang itu juga mendapat reaksi protes dari berbagai kalangan.Salah satunya datang dari Paguyuban Becak Wisata Makam Bung Karno (PBWMBK). Ketua PBWMBK Maryono, 52 warga Kelurahan Sentul Kec Kepanjen Kidul,mengatakan akan menggalang dukungan ke seluruh elemen masyarakat Blitar untuk menolak penjualan Istana itu. ”Kalau perlu kita akan menggelar unjuk rasa. Kita sebagaiwarga Blitar tidak ingin nilai sejarah di Blitar lenyap. Selain itu istana gebang merupakan satu paket obyek wisata selain makam Bung Karno dan perpustakaan,”ujarnya. Penjualan Istana itu, lanjut Matyono,juga akan menghilangkan mata pencaharian anggota PBWMBK yang terdiri dari 165 orang abang becak ”Selama ini wisatawan yang hendak berkunjung ke makam Bung Karno, perpustakaan dan Istana Gebang,selalu naik becak dengan ongkos Rp18 ribu.Tarif ini satu paket perjalanan wisata di Kota Blitar,”terangnya. Sehingga, jika Istana Gebang benar-benar hilang,maka dalam sehari sekitar Rp 1,6 juta pendapatan abang becak yang hilang. Pendapatan itu dihitung dari tarif sekali jalan dikalikan dengan 165 orang anggota PBWMBK.”Kalau Istana tidak ada tentu pendapatan kami juga berkurang,”terangnya. Sementara itu,Ny Arum,isteri salah satu ahli waris mengaku selama dua hari terakhir jumlah pengunjung yang datang turun drastis. ”Dalam setiap hari rata-rata ada sekitar 60-70 orang pengunjung, saat ini hanya tinggal 10-15 orang pengunjung,”terangnya. Apalagi,lanjut dia,setelah adanya pemberitaan yang gencar dilakukan media menurut Arum, setiap pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu, termasuk membubuhkan alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. ”Ini perintah dari keluarga untuk mencatat setiap tamu yang datang,”pungkasnya. (solichan arif)
BAGAIMANA DENGAN ANAK ARKEOLOGI?????
|